Categories
Pajak Penghasilan

PPh Pasal 25 Peralihan PP 23 ke UU PPh

Hallo sobat virtual,…

Hal ini sering saya temui di lapangan.

Contoh nih..

Tahun Pajak 2019 Wajib Pajak memakai tarif PP 23 Tahun 2018 (0.5% dari omset) untuk tarif Pajak Penghasilan Badan.
Dalam SPT Tahun Pajak 2019 diketahui omset sudah diatas Rp 4,8 Miliar.
Hal tersebut berarti Wajib Pajak tidak dapat lagi memakai fasilitas PP 23 Tahun 2018 untuk Tahun Pajak 2020.
Sehingga untuk Tahun Pajak 2020 wajib memakai tarif PPh Badan sesuai UU PPh (tarif pasal 17 atau 31E).

Pertanyaanya..

Berapa PPh Pasal 25 yang wajib dibayar Wajib Pajak dari Masa Pajak Januari 2020 sampai dengan Desember 2020???

———-klik disini untuk penjelasan atas singkatan———-

Jawabannya ada dalam Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-46/PJ/2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

Bagian E nomor 2 huruf h.2.

Besarnya Angsuran PPh Pasal 25 bagi Wajib Pajak yang tidak lagi memenuhi kriteria sebagai Wajib Pajak berdasarkan PP 23 TAHUN 2018 termasuk yang memilih untuk dikenai PPh Berdasarkan Ketentuan Umum PPh yaitu:

  1. bagi Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (7) huruf b UU PPh dan Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu, besarnya angsuran pajak yaitu sesuai dengan besarnya angsuran PPh bagi Wajib Pajak tersebut sebagaimana telah diatur dalam PMK-215/PMK.03/2018 beserta perubahannya;
  2. bagi Wajib Pajak selain Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada huruf a), besarnya angsuran pajak yaitu NIHIL

PMK -215/PMK.03/2018 adalah peraturan yang mengatur PPh Pasal 25 untuk Bank, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, Wajib Pajak Masuk Bursa, Wajib Pajak Lainnya yang Berdasarkan Ketentuan Diharuskan Membuat Laporan Keuangan Berkala dan Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu.

Jadi apabila Usaha yang dimiliki Wajib Pajak diluar dari PMK-215 tersebut diatas, maka PPh Pasal 25 untuk Masa Pajak Januari 2020 sampai dengan Desember 2020 adalah NIHIL.

Selamat…. anda tidak perlu mengangsur PPh Pasal 25 sampai dengan pelaporan SPT PPh Badan Tahun Pajak 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image