Pajak Penghasilan Pasal 22

34/PMK.010/2017 stdd 110/PMK.010/2018

Impor

Dipungut oleh Bea cukai dari nilai impor (CIF + BM)
Barang tertentu : 10%
Barang tertentu lainnya : 7,5%
kedelai, gandum, dan tepung terigu sebesar 0,5%

Selain diatas
dengan API : 2,5%
Tanpa API : 7,5%

barang yang tidak dikuasai, 7,5% dari harga jual lelang

Ekspor

komoditas tambang batubara, mineral logam dan bukan logam : 1,5%

Pembelian dalam negeri

Oleh Pemerintah dan BUMN  : 1,5%
Pembelian batubara, mineral, dari badan/OP pemilik izin : 1,5%
Badan usaha industri & Eksportir yang bergerak dalam sektor perhutanan, perkebunan, pertanian, dan perikanan, yang ditunjuk oleh KPP, untuk pembelian bahan-bahan keperluan industri dari pedagang pengumpul : 0,25%

Penjualan

BBM: SPBU Swasta  & Non SPBU : 0.3% x penjualan
             SPBU Pertamina : 0.25 % x penjualan
Gas : 0,3% x penjualan
Pelumas : 0,3% x penjualan
Kertas : 0,1% x DPP PPN
Semen : 0,25% x DPP PPN
Kendaraan Bermotor Beroda 2 / lebih : 0,45% x DPP PPN
Baja : 0,3% x DPP PPN
Obat-obatan: 0.3% x DPP PPN
Emas batangan oleh produsen emas batangan: 0.45% (dari harga jual)

Barang Sangat Mewah (5%)

PMK 253/PMK.03/2008 & SE 13/PJ/2009
  1. Pesawat Udara Pribadi dengan harga Jual > Rp.20 M
  2. Kapal Pesiar dengan harga jual > Rp.10 M
  3. Rumah dan tanahnya dengan harga jual > Rp.10 M dan luas bangunan > 500 M2
  4. Apartement & Kondominium dengan harga jual > Rp.10 M dan luas bangunan > 400 M2
  5. Kend. Bermotor roda 4 pengangkutan orang kurang dari 10 orang (sedan, jeep, SUV, MPV,minibus)  dengan harga jual > Rp.5 M dan kapasitas silinder lebih dari 3.000 cc.
Tidak punya NPWP tariff 100% lebih tinggi

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image