Pajak Penghasilan atas Deviden

Pajak Penghasilan atas Deviden

Penjelasan Pasal 4 ayat (1g) Undang-undang PPh, yang termasuk deviden adalah:

  1. Pembagian laba baik secara langsung ataupun tidak langsung, dengan nama dan dalam bentuk apapun;
  2. Pembayaran kembali karena likuidasi yang melebihi jumlah modal yang disetor;
  3. Pemberian saham bonus yang dilakukan tanpa penyetoran kecuali saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham baru dan revaluasi aktiva tetap;
  4. Pembagian laba dalam bentuk saham;
  5. Pencatatan tambahan modal yang dilakukan tanpa penyetoran;
  6. Jumlah yang melebihi jumlah setoran sahamnya yang diterima atau diperoleh pemegang saham karena pembelian kembali saham-saham oleh perseroan yang bersangkutan;

 

Untuk pemahaman yang komprehensif, perlu diketahui bahwa tidak semua dividen merupakan objek PPh. Dividen yang bukan objek PPh dapat dilihat pada Pasal 4 ayat 3 huruf f UU PPh yaitu:

Dividen yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri, koperasi, dan Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dari penyertaannya pada badan usaha lainnya yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia, dengan syarat kumulatif:

    1. dananya berasal dari laba setelah dikurangi pajak (laba ditahan);
    2. bagi perseroan terbatas, BUMN, BUMD yang menerima deviden dengan penyertaan sekurang-kurangnya 25% (dua puluh lima persen) dari modal yang disetor

 

Tarif PPh atas Deviden jika diterima oleh

Orang Pribadi              : 10% PPh Pasal 17 ayat (2c) Final; PP 19 Tahun 2009

Badan                            : 15% PPh Pasal 23

Subjek Pajak Luar Negeri : 20% PPh Pasal 26 (tergantung ada / tidak Tax Treaty)

 

Posted in Pajak Penghasilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image