Angsuran PPh 25 Wajib Pajak Baru

Besarnya angsuran PPh Pasal 25 adalah sebesar Pajak Penghasilan yang dihitung berdasarkan penerapan tarif umum atas penghasilan neto sebulan yang disetahunkan, dibagi 12 (dua belas). (Pasal 2 ayat (1) PMK-255/PMK.03/2008)

Contoh

PT. Ahlipajak terdaftar tanggal 1 Februari 2018. Peredaran atau penerimaan bruto menurut pembukuan dalam bulan Februari 2018 sebesar Rp. 100.000.000 dan penghasilan neto (laba fiskal) dapat dihitung berdasarkan pembukuan sebesar Rp. 30.000.000,00. Besarnya PPh pasal 25 bulan Februari 2018 sebagai berikut :

 

Penghasilan neto/laba fiskal 2-2018 = 30.000.000
Penghasilan neto disetahunkan (12×30.000.000) = 360.000.000
PPh terutang ((50%x25%)x360.000.000) = 45.000.000
Angsuran PPh 2-2010 ((1/12)x45.000.000) = 3.750.000

 

One thought on “Angsuran PPh 25 Wajib Pajak Baru”

  1. Apabila Wajib Pajak (WP) terlambat membayar , maka WP akan dikenai bunga sebesar 2% per bulan , dihitung dari tanggal jatuh tempo hingga tanggal pembayaran. Misalnya: untuk bulan Februari 2014, WP terlambat dan baru membayarnya pada 16 Maret. Sesuai Pasal 9 ayat () UU KUP, WP dikenai bunga 2%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image